Kota Bengkulu dan Kebersihan
Manusia dan lingkungan merupakan
bagian yang tak dapat dipisahkan satu
sama lain karena secara lansung manusia hidup tergantung pada alam dan
lingkungan. Peran serta masyarakat, pemerintah, pencinta alam dan
organsasi-organisasi yang bergerak dalam bidang pelestarian alam memiliki peran
sangat penting dalam mengawal pelestarian alam dan kebersihan demi
berlansungnya hidup yang lestari. Sebagaimana kita ketahui kebersihanpun mampu
membuat hidup lebih nyaman dan damai.
“Kebersihan adalah sebgaian dari
iman” ini merupakan slogan yang selalu terdengar bahkan dari kecil kita sudah
diajarkan untuk hidup bersih dan menjaga kebersiahn lingkungan.dalam
penhertiannya kebersihan adalah keadaan bebas dari kotoran, termasuk di
antaranya, debu, sampah, dan bau. Di zaman modern, setelah Louis Pasteur
menemukan proses penularan penyakit atau infeksi disebabkan oleh mikroba,
kebersihan juga bererti bebas dari virus, bakteria patogen, dan bahan kimia
berbahaya.
Kebersihan adalah salah satu tanda
dari keadaan hygene yang baik. Manusia perlu menjaga kebersihan lingkungan dan
kebersihan diri agar sehat, tidak berbau, tidak malu, tidak menyebarkan
kotoran, atau menularkan kuman penyakit bagi diri sendiri maupun orang lain.
Kebersihan badan meliputi kebersihan diri sendiri, seperti mandi, gosok gigi,
mencuci tangan, dan memakai pakaian yang bersih.Selain menjaga kebersihan tubuh
kita juga harus menjaga kebersihan diri kita meliputi apa-apa yang kita gunakan
sehari-hari, seperti mencucui pakaian peralatan rumah dan lain sebagainnya. Mencuci
adalah salah satu cara menjaga kebersihan dengan menggunakan air dan sejenis
sabun atau detergen. Mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan produk
kebersihan tangan merupakan cara terbaik dalam mencegah penularan influenza dan
batuk.
Kebersihan lingkungan adalah
kebersihan tempat tinggal, tempat bekerja, dan tempat awam. Kebersihan tempat
tinggal dilakukan dengan cara mengelap tingkap dan perabot rumah, menyapu dan
mengemop lantai, mencuci peralatan masak dan peralatan makan, membersihkan
bilik mandi dan jamban, serta membuang sampah. Kebersihan lingkungan dimulakan
dengan menjaga kebersihan halaman dan membersihkan jalan di depan rumah
daripada sampah.
Sampah yaitu Sampah adalah buangan
yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah
tangga) atau sampah sering disebut juga sisa kegiatan sehari hari manusia atau
proses alam yang berbentuk padat atau semi padat berupa zat organik atau
anorganik bersifat dapat terurai atau tidak dapat terurai yang dianggap sudah
tidak berguna lagi dan dibuang kelingkungan. Sampah merupakan suatu problem
yang cukup sulit untuk di tuntaskan apabila manajemen pembuangan sampah tidak
dapat dikelola dengan baik. .
Sampah terdiri atas dua jenis yang
pertama Sampah organic adalah sampah yang dihasilkan dari bahan-bahan hayati
yang dapat didegradasi oleh mikroba atau bersifat biodegradable. Sampah ini
dengan mudah dapat diuraikan melalui proses alami. Sampah rumah tangga sebagian
besar merupakan bahan organik. Termasuk sampah organik, misalnya sampah dari
dapur, sisa-sisa makanan, pembungkus (selain kertas, karet dan plastik),
tepung, sayuran, kulit buah, daun dan ranting. Selain itu, pasar tradisional
juga banyak menyumbangkan sampah organik seperti sampah sayuran, buah-buahan
dan lain-lain. yang kedua Sampah Anorganik adalah sampah yang dihasilkan dari
bahan-bahan non hayati, baik berupa produk sintetik maupun hasil proses
teknologi pengolahan bahan tambang. Sampah anorganik dibedakan menjadi : sampah
logam dan produk-produk olahannya, sampah plastik, sampah kertas, sampah kaca
dan keramik, sampah detergen. Sebagian besar anorganik tidak dapat diurai oleh
alam/ mikroorganisme secara keseluruhan (unbiodegradable). Sementara, sebagian
lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang lama. Sampah jenis ini pada
tingkat rumah tangga misalnya botol plastik, botol gelas, tas plastik, dan kaleng.
Sampah bukan menjadi masalah dalam
suang lingkup kecil saja namun telah menjadi masalah dalam ruang lingkup yang
esar seperti permaslahan kebersihan yang ada di Kota Bengkulu. Kota Bengkulu
adalah salah satu kota, sekaligus ibu kota provinsi Bengkulu, Indonesia.
Sebelumnya kawasan ini berada dalam pengaruh kerajaan Inderapura dan kesultanan
Banten. Kemudian dikuasai Inggris sebelum diserahkan kepada Belanda. Kota ini
juga menjadi tempat pengasingan Bung Karno dalam kurun tahun 1939 - 1942 pada
masa pemerintahan Hindia Belanda. Kota Bengkulu memiliki luas wilayah sebesar
151,7 km²[2] dengan jumlah penduduk sebesar 319.098 orang yang terdiri atas
160.293 orang laki-laki dan 158.805 orang perempuan pada tahun 2012.
Di Kota Bengkulu kebersihan atau
lebih spesifikasinya sampah merupakan hal yang cukup peting untuk dibicarakan
dan diberi perhatian lebih poleh pemerintah khususnya Dinas Pertamanan dan
Kebersihan Kota Bengkulu yang dalam hal ini merupakan penanggung jawab secara
teknis akan penanganan dan pengelolaan sampah‐sampah yang berada dalam wilayah
Kota Bengkulu yang mempunyai standar baku terdiri: pewadahan, pengumpulan,
pemindahan, pengangkutan, dan pembuangan akhir sampah. Mungkin bisa kita
rasakan sendiri bagaimana sampah-sampah yang berada di beberapa tittik di Kota Bengkulu
dapat memepengaruhi kenyamanan masyarakat walaupun pelaku yang membuang sampah
itu sendiri adalah dari masyarakat maupun pemilik industri.
Sampah-sampah
ini sendiri dapat berasal dari beberapa tempat seperti Sampah dari pemukiman penduduk yang
biasanya sampah dihasilkan oleh keluarga yang tinggal disuatu bangunan atau
asrama. Jenis sampah yang dihasilkan biasanya cendrung organik, seperti sisa
makanan atau sampah yang bersifat basah, kering, abu plastik dan lainnya.kemudian
sampah yang berasal dari tempat-tempat umum adalah tempat yang dimungkinkan
banyaknya orang berkumpul dan melakukan kegiatan. Tempat-tempat tersebut
mempunyai potensi yang cukup besar dalam memproduksi sampah termasuk tempat
perdagangan seperti pertokoan dan pasar. Jenis sampah yang dihasilkan umumnya
berupa sisa-sisa makanan, sayuran busuk, sampah kering, abu, plastik, kertas,
dan kaleng-kaleng serta sampah lainnya. Berbagai tempat ini hanya sebagian
kecil saja dari sumber- sumber sampah yang dapat ditemukan dalam kehidupan
sehari-hari. Hal ini menunjukkan bahwa kehidupan manusia tidak akan pernah
lepas dari sampah. Terutama penumpukan sampah yang terjadi di tempat-tempat
umum seperti di pasar-pasar, jalan raya maupun pariwisata.
Di Kota Bengkulu sampah-sampah yang
di buang tidak pada tempatnya sangat meresahkan dan bisa menimbulkan beberapa
dampak kepada penghuni kota Lokasi dan
pengelolaan sampah yang kurang memadai (pembuangan sampah yang tidak
terkontrol) merupakan tempat yang cocok bagi beberapa organisme dan menarik
bagi berbagai binatang seperti, lalat dan anjing yang dapat menjangkitkan
penyakit. Potensi bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan seperti beberapa
penyakit diantaranya Penyakit diare, kolera, tifus menyebar dengan cepat karena
virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan tidak tepat dapat bercampur
air minum. Penyakit demam berdarah (haemorhagic fever) dapat juga meningkat
dengan cepat di daerah yang pengelolaan sampahnya kurang memadai. Penyakit
jamur dapat juga menyebar (misalnya jamur kulit). Penyakit yang dapat menyebar
melalui rantai makanan. Salahsatu contohnya adalah suatu penyakit yang
dijangkitkan oleh cacing pita(taenia). Cacing ini sebelumnya masuk kedalam
pencernakan binatang ternak melalui makanannya yang berupa sisa makanan/sampah.
Selain permasalahan sampah- sampah
yang banyak di tumpuk masyarakat di berbagai tempat misalnya di jalan kualo
atau TPA di Sebakul tak terurus, ada juga ada masalah kebersihan yang sangat
patut untuk di perhatikan pemerintah kota dan untuk di jaga bersama oleh
masyarakat mengenai masalah kebersihan yang ada di tempat-tempat pariwiasata di
kota Bengkulu karna kebersihan merupakan modal utama untuk menarik minat
wisatawan datang. objek wisata yang memiliki potensi jika dikelola dengan baik
termasuk kebersihannya akan berdampak pada pengembangan ekonomi kreatif. Tempat
pariwisata seperti taman remaja, kemudian sepanjang pantai kota Bengkulu, Taman
Remaja sangat mengkhawatirkan mengenai kesehatan hewan-hewan yang ada disana
karen kandang dan tempat bermain merekapun di penuhi dengan sampah.
Kedua pantai yang ada di bengkulu
sendiri juga memprihatinkan seperti pantai zakat tempat pemandian yang di
gemari dari maryarakat baik dari kota, kabupaten dan berbagai daerah Hampir setiap
hari, Pantai Jakat ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun interlokal.
Para pedagang pun ramai berdagang di pinggiran pantai. Tetapi, kesadaran
wisatawan, pedagang, dan masyarakat sekitar terhadap kebersihan pantai masih
sangat minim. Mereka hanya membiarkan sampah-sampah yang berserakan tanpa hati
nurani untuk memungutnya. Tetapi ini bukan sepenuhnya salah mereka, pemerintah
saja tidak peduli terhadap kebersihan pantai yang termasuk pemasok APBD bagi
provinsi. Miris, karena sudah terlalu banyak sampah di sekitar Pantai Jakat
jumlah wisatawan interlokal mulai berkurang. Hanya wisatawan lokal saja yang
masih ingin berkujung disini.
Seharusnya pemerintah bertindak
tegas dalam menangani hal ini. Pemerintah dapat melakukan pembersian berkala
denganmengerahkan 25 orang pekerja kebersihan untuk membersihkan pantai setiap
seminggu sekali itu akan sangat membuat perubahan pada kebersihan pantai. Pemerintah
kota juga harus membuat peraturan tentang kebersihan pantai denganmemberi denda
kepada siapa saja yang membuang sampah di pantai. Peraturan akan kebersihan
memang harus ketat, kerahkan juga petugas untuk mengawasi pantai setiap hari. Menyediakan
tempat sampah organik dan non organik di penjuru pantai. Setiap jarak 10 meter
harus ada tempat sampah agar wisatawan dan pedagang bisa membuang sampah tanpa
harus bersusah payah mencari tempat sampah. Dengan pemisahan ini, maka petugas
kebersihan dapat memilih sampah untuk diolah. Pemerintah juga dapat mengadakan
event bagi pelajar untuk membuat kerajinan atau kreasi dari sampah non-organik
yang telah dikumpulkan oleh petugas kebersihan dari tempat sampah yang ada di
pantai. Sebenarnya pantai Bengkulu sangat berpotensi terbukti reaksi para
wisatawan, baik domestik maupun mancanegara yang berlibur ke Kota Bengkulu.
Mereka menilai laut Bengkulu lebih indah dibanding laut Bali, namun sangat
disayangkan banyak sampah yang berserakan di mana-mana terlebih Kota Bengkulu baru
saja mendapat penghargaan Adipura, maka seharusnya kebersihan pantai menjadi
perhatian besar pemerintah dan masyarakat.
Selain di pantai tepat di simpang
tiga nala pantai panjang Bengkulu terdapat tumpukan sampah yang berserakan.
Banyak pengendara dan wisatawan yang merasa terganggu dengan bau busuk yang
menyengat. Daerah nala merupakan jalur alternatif menuju daerah tapak paderi.
Selain sampah yang berserakan, di lokasi tersebut juga terdapat surau tak
beratap, jika angin bertiup kencang ke arah pantai maka aroma busuk pun akan
tercium, hal ini akan mengganggu khusyuknya shalat. Kemudian hal ini membuat
jalan lintas pun di pandang buruk karena adanya sampah yang berserakan.
Pengguna jalan lebih memilih jalur utama dibandingkan harus melewati jalur nala
ini.
Sudah selayaknya bersama-sama kita
berbenah mengenai masalah kebersihan ini seperti Manajemen pelayanan sampah yang dilakukan
Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Bengkulu melayani pengangkutan sampah
masyarakat dari TPS setiap hari yang seharusnya sudah dipisahkan antara sampah
organik dan sampah an organik untuk diangkut ke TPA Air Sebakul dan disana
sampah tetap dipilah agar proses pemusnahannya dapat lebih cepat, namun
kenyataannya pengangkutan sampah tidak dilakukan setiap hari dari TPS ke TPA
dan yang semestinya pemilahan sampah sudah dilakukan sejak dari rumah tangga,
pasar, di TPS, dan sampai ke TPA seharusnya juga sampah terpisah antara yang
organik dan an organik. Tetapi kenyataannya sampah tidak dipisahkan antara yang
organik dan yang an organik baik itu di rumah tangga, TPS, dan sampai ke TPA
yang mengakibatkan pemusnahan sampah di TPA tidaklah efisien. Libatkan swasta
untuk pengolahan sampah di TPA dengan dana dari kenaikan retribusi sampah,
swasta membakar sampah plastik yang berserakan di TPA dan berikan kesempatan
pada swasta untuk mengambil tanah yang ada hasil timbunan sampah, dengan
demikian TPA yang sudah penuh akan menjadi tersedia kembali lahan yang kosong
untuk pembuangan dalam waktu yang lama. Tidak pernah akan merugikan jika kita
bisa menjaga kebersihan dengan baik. Salam Lestari !!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar