Selasa, 22 Maret 2016



Kota Bengkulu dan Kebersihan

Manusia dan lingkungan merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan  satu sama lain karena secara lansung manusia hidup tergantung pada alam dan lingkungan. Peran serta masyarakat, pemerintah, pencinta alam dan organsasi-organisasi yang bergerak dalam bidang pelestarian alam memiliki peran sangat penting dalam mengawal pelestarian alam dan kebersihan demi berlansungnya hidup yang lestari. Sebagaimana kita ketahui kebersihanpun mampu membuat hidup lebih nyaman dan damai.

“Kebersihan adalah sebgaian dari iman” ini merupakan slogan yang selalu terdengar bahkan dari kecil kita sudah diajarkan untuk hidup bersih dan menjaga kebersiahn lingkungan.dalam penhertiannya kebersihan adalah keadaan bebas dari kotoran, termasuk di antaranya, debu, sampah, dan bau. Di zaman modern, setelah Louis Pasteur menemukan proses penularan penyakit atau infeksi disebabkan oleh mikroba, kebersihan juga bererti bebas dari virus, bakteria patogen, dan bahan kimia berbahaya.

Kebersihan adalah salah satu tanda dari keadaan hygene yang baik. Manusia perlu menjaga kebersihan lingkungan dan kebersihan diri agar sehat, tidak berbau, tidak malu, tidak menyebarkan kotoran, atau menularkan kuman penyakit bagi diri sendiri maupun orang lain. Kebersihan badan meliputi kebersihan diri sendiri, seperti mandi, gosok gigi, mencuci tangan, dan memakai pakaian yang bersih.Selain menjaga kebersihan tubuh kita juga harus menjaga kebersihan diri kita meliputi apa-apa yang kita gunakan sehari-hari, seperti mencucui pakaian peralatan rumah dan lain sebagainnya. Mencuci adalah salah satu cara menjaga kebersihan dengan menggunakan air dan sejenis sabun atau detergen. Mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan produk kebersihan tangan merupakan cara terbaik dalam mencegah penularan influenza dan batuk.
Kebersihan lingkungan adalah kebersihan tempat tinggal, tempat bekerja, dan tempat awam. Kebersihan tempat tinggal dilakukan dengan cara mengelap tingkap dan perabot rumah, menyapu dan mengemop lantai, mencuci peralatan masak dan peralatan makan, membersihkan bilik mandi dan jamban, serta membuang sampah. Kebersihan lingkungan dimulakan dengan menjaga kebersihan halaman dan membersihkan jalan di depan rumah daripada sampah.

Sampah yaitu Sampah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga) atau sampah sering disebut juga sisa kegiatan sehari hari manusia atau proses alam yang berbentuk padat atau semi padat berupa zat organik atau anorganik bersifat dapat terurai atau tidak dapat terurai yang dianggap sudah tidak berguna lagi dan dibuang kelingkungan. Sampah merupakan suatu problem yang cukup sulit untuk di tuntaskan apabila manajemen pembuangan sampah tidak dapat dikelola dengan baik. .

Sampah terdiri atas dua jenis yang pertama Sampah organic adalah sampah yang dihasilkan dari bahan-bahan hayati yang dapat didegradasi oleh mikroba atau bersifat biodegradable. Sampah ini dengan mudah dapat diuraikan melalui proses alami. Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik. Termasuk sampah organik, misalnya sampah dari dapur, sisa-sisa makanan, pembungkus (selain kertas, karet dan plastik), tepung, sayuran, kulit buah, daun dan ranting. Selain itu, pasar tradisional juga banyak menyumbangkan sampah organik seperti sampah sayuran, buah-buahan dan lain-lain. yang kedua Sampah Anorganik adalah sampah yang dihasilkan dari bahan-bahan non hayati, baik berupa produk sintetik maupun hasil proses teknologi pengolahan bahan tambang. Sampah anorganik dibedakan menjadi : sampah logam dan produk-produk olahannya, sampah plastik, sampah kertas, sampah kaca dan keramik, sampah detergen. Sebagian besar anorganik tidak dapat diurai oleh alam/ mikroorganisme secara keseluruhan (unbiodegradable). Sementara, sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga misalnya botol plastik, botol gelas, tas plastik, dan kaleng.

Sampah bukan menjadi masalah dalam suang lingkup kecil saja namun telah menjadi masalah dalam ruang lingkup yang esar seperti permaslahan kebersihan yang ada di Kota Bengkulu. Kota Bengkulu adalah salah satu kota, sekaligus ibu kota provinsi Bengkulu, Indonesia. Sebelumnya kawasan ini berada dalam pengaruh kerajaan Inderapura dan kesultanan Banten. Kemudian dikuasai Inggris sebelum diserahkan kepada Belanda. Kota ini juga menjadi tempat pengasingan Bung Karno dalam kurun tahun 1939 - 1942 pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Kota Bengkulu memiliki luas wilayah sebesar 151,7 km²[2] dengan jumlah penduduk sebesar 319.098 orang yang terdiri atas 160.293 orang laki-laki dan 158.805 orang perempuan pada tahun 2012.

Di Kota Bengkulu kebersihan atau lebih spesifikasinya sampah merupakan hal yang cukup peting untuk dibicarakan dan diberi perhatian lebih poleh pemerintah khususnya Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Bengkulu yang dalam hal ini merupakan penanggung jawab secara teknis akan penanganan dan pengelolaan sampahsampah yang berada dalam wilayah Kota Bengkulu yang mempunyai standar baku terdiri: pewadahan, pengumpulan, pemindahan, pengangkutan, dan pembuangan akhir sampah. Mungkin bisa kita rasakan sendiri bagaimana sampah-sampah yang berada di beberapa tittik di Kota Bengkulu dapat memepengaruhi kenyamanan masyarakat walaupun pelaku yang membuang sampah itu sendiri adalah dari masyarakat maupun pemilik industri.

Sampah-sampah ini sendiri dapat berasal dari beberapa tempat seperti Sampah dari pemukiman penduduk yang biasanya sampah dihasilkan oleh keluarga yang tinggal disuatu bangunan atau asrama. Jenis sampah yang dihasilkan biasanya cendrung organik, seperti sisa makanan atau sampah yang bersifat basah, kering, abu plastik dan lainnya.kemudian sampah yang berasal dari tempat-tempat umum adalah tempat yang dimungkinkan banyaknya orang berkumpul dan melakukan kegiatan. Tempat-tempat tersebut mempunyai potensi yang cukup besar dalam memproduksi sampah termasuk tempat perdagangan seperti pertokoan dan pasar. Jenis sampah yang dihasilkan umumnya berupa sisa-sisa makanan, sayuran busuk, sampah kering, abu, plastik, kertas, dan kaleng-kaleng serta sampah lainnya. Berbagai tempat ini hanya sebagian kecil saja dari sumber- sumber sampah yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menunjukkan bahwa kehidupan manusia tidak akan pernah lepas dari sampah. Terutama penumpukan sampah yang terjadi di tempat-tempat umum seperti di pasar-pasar, jalan raya maupun pariwisata.

Di Kota Bengkulu sampah-sampah yang di buang tidak pada tempatnya sangat meresahkan dan bisa menimbulkan beberapa dampak kepada penghuni kota  Lokasi dan pengelolaan sampah yang kurang memadai (pembuangan sampah yang tidak terkontrol) merupakan tempat yang cocok bagi beberapa organisme dan menarik bagi berbagai binatang seperti, lalat dan anjing yang dapat menjangkitkan penyakit. Potensi bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan seperti beberapa penyakit diantaranya Penyakit diare, kolera, tifus menyebar dengan cepat karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan tidak tepat dapat bercampur air minum. Penyakit demam berdarah (haemorhagic fever) dapat juga meningkat dengan cepat di daerah yang pengelolaan sampahnya kurang memadai. Penyakit jamur dapat juga menyebar (misalnya jamur kulit). Penyakit yang dapat menyebar melalui rantai makanan. Salahsatu contohnya adalah suatu penyakit yang dijangkitkan oleh cacing pita(taenia). Cacing ini sebelumnya masuk kedalam pencernakan binatang ternak melalui makanannya yang berupa sisa makanan/sampah.





Selain permasalahan sampah- sampah yang banyak di tumpuk masyarakat di berbagai tempat misalnya di jalan kualo atau TPA di Sebakul tak terurus, ada juga ada masalah kebersihan yang sangat patut untuk di perhatikan pemerintah kota dan untuk di jaga bersama oleh masyarakat mengenai masalah kebersihan yang ada di tempat-tempat pariwiasata di kota Bengkulu karna kebersihan merupakan modal utama untuk menarik minat wisatawan datang. objek wisata yang memiliki potensi jika dikelola dengan baik termasuk kebersihannya akan berdampak pada pengembangan ekonomi kreatif. Tempat pariwisata seperti taman remaja, kemudian sepanjang pantai kota Bengkulu, Taman Remaja sangat mengkhawatirkan mengenai kesehatan hewan-hewan yang ada disana karen kandang dan tempat bermain merekapun di penuhi dengan sampah.

Kedua pantai yang ada di bengkulu sendiri juga memprihatinkan seperti pantai zakat tempat pemandian yang di gemari dari maryarakat baik dari kota, kabupaten dan berbagai daerah Hampir setiap hari, Pantai Jakat ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun interlokal. Para pedagang pun ramai berdagang di pinggiran pantai. Tetapi, kesadaran wisatawan, pedagang, dan masyarakat sekitar terhadap kebersihan pantai masih sangat minim. Mereka hanya membiarkan sampah-sampah yang berserakan tanpa hati nurani untuk memungutnya. Tetapi ini bukan sepenuhnya salah mereka, pemerintah saja tidak peduli terhadap kebersihan pantai yang termasuk pemasok APBD bagi provinsi. Miris, karena sudah terlalu banyak sampah di sekitar Pantai Jakat jumlah wisatawan interlokal mulai berkurang. Hanya wisatawan lokal saja yang masih ingin berkujung disini.



Seharusnya pemerintah bertindak tegas dalam menangani hal ini. Pemerintah dapat melakukan pembersian berkala denganmengerahkan 25 orang pekerja kebersihan untuk membersihkan pantai setiap seminggu sekali itu akan sangat membuat perubahan pada kebersihan pantai. Pemerintah kota juga harus membuat peraturan tentang kebersihan pantai denganmemberi denda kepada siapa saja yang membuang sampah di pantai. Peraturan akan kebersihan memang harus ketat, kerahkan juga petugas untuk mengawasi pantai setiap hari. Menyediakan tempat sampah organik dan non organik di penjuru pantai. Setiap jarak 10 meter harus ada tempat sampah agar wisatawan dan pedagang bisa membuang sampah tanpa harus bersusah payah mencari tempat sampah. Dengan pemisahan ini, maka petugas kebersihan dapat memilih sampah untuk diolah. Pemerintah juga dapat mengadakan event bagi pelajar untuk membuat kerajinan atau kreasi dari sampah non-organik yang telah dikumpulkan oleh petugas kebersihan dari tempat sampah yang ada di pantai. Sebenarnya pantai Bengkulu sangat berpotensi terbukti reaksi para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara yang berlibur ke Kota Bengkulu. Mereka menilai laut Bengkulu lebih indah dibanding laut Bali, namun sangat disayangkan banyak sampah yang berserakan di mana-mana terlebih Kota Bengkulu baru saja mendapat penghargaan Adipura, maka seharusnya kebersihan pantai menjadi perhatian besar pemerintah dan masyarakat.

Selain di pantai tepat di simpang tiga nala pantai panjang Bengkulu terdapat tumpukan sampah yang berserakan. Banyak pengendara dan wisatawan yang merasa terganggu dengan bau busuk yang menyengat. Daerah nala merupakan jalur alternatif menuju daerah tapak paderi. Selain sampah yang berserakan, di lokasi tersebut juga terdapat surau tak beratap, jika angin bertiup kencang ke arah pantai maka aroma busuk pun akan tercium, hal ini akan mengganggu khusyuknya shalat. Kemudian hal ini membuat jalan lintas pun di pandang buruk karena adanya sampah yang berserakan. Pengguna jalan lebih memilih jalur utama dibandingkan harus melewati jalur nala ini.

Sudah selayaknya bersama-sama kita berbenah mengenai masalah kebersihan ini seperti  Manajemen pelayanan sampah yang dilakukan Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Bengkulu melayani pengangkutan sampah masyarakat dari TPS setiap hari yang seharusnya sudah dipisahkan antara sampah organik dan sampah an organik untuk diangkut ke TPA Air Sebakul dan disana sampah tetap dipilah agar proses pemusnahannya dapat lebih cepat, namun kenyataannya pengangkutan sampah tidak dilakukan setiap hari dari TPS ke TPA dan yang semestinya pemilahan sampah sudah dilakukan sejak dari rumah tangga, pasar, di TPS, dan sampai ke TPA seharusnya juga sampah terpisah antara yang organik dan an organik. Tetapi kenyataannya sampah tidak dipisahkan antara yang organik dan yang an organik baik itu di rumah tangga, TPS, dan sampai ke TPA yang mengakibatkan pemusnahan sampah di TPA tidaklah efisien. Libatkan swasta untuk pengolahan sampah di TPA dengan dana dari kenaikan retribusi sampah, swasta membakar sampah plastik yang berserakan di TPA dan berikan kesempatan pada swasta untuk mengambil tanah yang ada hasil timbunan sampah, dengan demikian TPA yang sudah penuh akan menjadi tersedia kembali lahan yang kosong untuk pembuangan dalam waktu yang lama. Tidak pernah akan merugikan jika kita bisa menjaga kebersihan dengan baik. Salam Lestari !!!












Tidak ada komentar:

Posting Komentar